Tuesday, October 24, 2017

Renungan



Jika semua yang kita kehendaki lalu kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR.
Jika setiap doa kita terus di KABULKAN, bagaimana kita belajar IKHTIAR.
Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tak ada air mata.
Seseorang yang taat kepada Allah, bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seseorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit.
Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Allah tau yang TEPAT untuk memberikan yang terbaik.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KESABARAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kamu telah lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Akankah terus beginikah nasib “hidup” kita untuk menghabiskan umur? Berhura – hura dengan usia? Tak terasa waktu sangatlah begitu cepat, baru kemarin rasanya berusia belasan tahun, sekarang sudah berusia 20 tahunan saja, tiba – tiba masuklah di usia 30 sebentar kemudian 40 tahun, tak lama terasa kemudian orang memanggil kita dengan sebutan “mbah” pertanda kita sudah tua. Uban yang mulai menghiasi kepala, keriput yang menghiasi kulit, dan tenaga yang tak seberapa.
Menunggu ajal tibaaa....
Sejenak mengintip amal catatan kita yang pernah kita ingat melakukan apasaja selama berpuluh” tahun didunia fana ini.
Astaghfirullah......
Tak seberapa! Sedekah hanya sekedarnya, dan kebanyakan harta yang kita gunakan untuk tanah, rumah, usaha, dan katanya untuk investasi untuk meninggalkan harta anak cucu yang belum tentu mereka suka.
Jika demikian...
Apakah ruh tidak melolong menjerit saat harus berpisah dari tubuh? “Tambahkan usiaku ya Rabb!! Aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal” .
“belum cukupkah main-main mu selama 50 tahun atau 60 tahun? Butuh berapa tahun lagi untuk mengulang pagi, sore, hari, minggu, bulan, dan tahun yang sama ! tanpa pernah merasa kehilangan untuk menghasilkan pahala disetiap detiknya? Tidak akan pernah cukup 1000 tahun lagi bagi yang terlena..........”
Astaghfirullah....

5 comments:

  1. Ya allah menyentuh bangat, ini adalah renungan buat diri kita, khusus nya saya sendiri

    ReplyDelete
  2. ya Allah postingannya masyaAllah sekali, nasehat buat aku juga ini huhuhu

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah:'' self reminder sekali

    ReplyDelete